Pertemuan dimulai selama kurang lebih 1,5 jam dari pukul 10.00 WIB. Mewakili LPS adalah Ketua DK LPS Heru Budiargo, Kepala Eksekutif Fauzi Ichsan, dan Anggota Ex Officio Bank Indonesia Ronald Waas. Sedangkan Jokowi ditemani oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.
"Tujuan kami adalah audiensi biasa, kami bertemu dengan presiden untuk yang pertama update tentang LPS. Kedua, melaporkan perkembangan yang terjadi dan tantangan ke depan dan penilaian kami terhadap perekonomian," jelas Heru usai meninggalkan Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi itu menunjukan perekonomian Indonesia, daya tahan perbankan dalam 10 tahun terakhir juga baik, yang ditutup juga kecil-kecil, sekelas BPR," kata Heru.
Di samping itu, tema yang juga diangkat adalah terkait dengan RUU JPSK. Ini sudah masuk ke dalam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang kemudian dibahas dan disahkan sebagai UU. Permintaan Jokowi, kata Heru, agar bisa diselesaikan tahun ini.
"Dari presiden diharapkan segera bisa diselesaikan sebelum tahun ini berakhir," ujarnya.
(mkl/dnl)











































