Imbas Krisis Yunani dan China ke Perbankan RI Sangat Minim

Imbas Krisis Yunani dan China ke Perbankan RI Sangat Minim

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2015 13:44 WIB
Imbas Krisis Yunani dan China ke Perbankan RI Sangat Minim
Foto: Reuters
Jakarta - Dalam beberapa bulan terakhir, perekonomian dunia harus terkena imbas gejolak Yunani dan China. Tak terkecuali Indonesia yang juga mengalami tekanan.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Heru Budiargo menyebutkan, tekanan yang dialami Indonesia sebenarnya masih sangat kecil. Terutama bagi perbankan. Bahkan masih jauh dari kategori krisis.

"Memang ada external pressure, dari Yunani dan China. Sejauh ini dampaknya sangat minim. Kalau bisa dikatakan sampai sekarang belum ada yang relevan hingga dikatakan krisis," terangnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heru menyampaikan, Capital Adequacy Ratio (car) atau rasio kecukupan modal bank masih 20,5%, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) kotor (gross) 2,45% dan bersih (net) 1,24%. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 87% dan biaya operasional pendapatan operasional di 79%.

"Jadi kami hanya ingin sampaikan, tidak ada dampak yang signifikan. Tidak ada bank yang bermasalah," tegasnya.

Pengaruh eksternal tersebut lebih lebih memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Khususnya pada sisi ekspor impor. Sehingga pada semester I -2015 dimungkinkan ekonomi tak tumbuh lebih dari 5%

"Memang ada perlambatan pertumbuhan di Semester I-2015, tapi pak Presiden, menekankan harapannya di semester II akan normal kembali," tukas Heru.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads