BTN Raup Laba Rp 831 Miliar dalam 6 Bulan

BTN Raup Laba Rp 831 Miliar dalam 6 Bulan

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 27 Jul 2015 16:58 WIB
BTN Raup Laba Rp 831 Miliar dalam 6 Bulan
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat laba bersih semester I-2015 tumbuh sebesar 54,25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba perseroan tahun sebelumnya tercatat sebesar Rp 539 miliar, pada semester I-2015 laba BTN naik menjadi Rp 831 miliar.

Demikian disampaikan Direktur Utama BTN Maryono dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Semester I-2015 Perseroan di Menara BTN, Jakarta, Senin (27/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bank BTN mencatatkan pendapatan bunga (Interest Income) pada semester I-2015 sebesar Rp 7,353 triliun atau tumbuh 13,69% dari posisi yang sama tahun 2014 yang sebesar Rp 6,467 triliun.

Net Interest Income Perseroan tercatat Rp 3,187 triliun pada semester I-2015 atau lebih baik dari posisi yang sama tahun 2014 yang sebesar Rp 2,676 triliun. Net Interest Income ini tumbuh 19,06%.

Maryono menjelaskan, pertumbuhan laba tersebut didukung oleh perolehan NII (nett interest income) perseroan sebesar Rp 3,187 triliun atau meningkat 19,06% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,676 triliun.

"Laba semester I-2015 tumbuh tinggi karena kami mempunyai target sampai dengan akhir tahun diatas 40%. Kami optimis akan mencapai pertumbuhan itu karena peluang untuk tumbuh masih sangat terbuka sampai dengan akhir tahun 2015," ujar Maryono.

BTN membukukan Asset sebesar Rp 155,952 triliun atau tumbuh 14,99% dari posisi yang sama tahun 2014 yang sebesar Rp 135,623 triliun.

Sementara Kredit dan Pembiayaan tumbuh 18,33% dari Rp 106,584 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 126,125 triliun pada 30 Juni 2015.

Kredit dan pembiayaan yang diberikan perseroan tumbuh lebih baik di atas rata-rata pertumbuhan kredit nasional yang berada pada kisaran 10,40% per Mei 2015.

BTN memproyeksikan kredit yang diberikan Perseroan akan terus tumbuh sampai dengan akhir tahun 2015.

"Kami mempunyai target sampai dengan akhir tahun pertumbuhan kredit berada pada kisaran 14% - 16%," tambah Maryono.

Maryono mengatakan, pertumbuhan kredit masih cukup tinggi karena permintaan pasar terhadap kebutuhan rumah cukup besar.

Rumah sebagai kebutuhan pokok manusia setelah pangan dan sandang masih terus diburu oleh masyarakat untuk memenuhinya.

Fasilitas kredit masih menjadi pilihan utama untuk kelompok masyarakat menengah bawah dan ini menguntungkan perbankan.
Β 
Dana Pihak Ketiga Perseroan tumbuh dari Rp 101,345 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 114,719 triliun pada tahun 2015.

Dana Pihak Ketiga Bank BTN pada tahun 2015 pertumbuhannya mencapai 13,20%.

Pertumbuhan DPK ini ditopang oleh pertumbuhan Giro yang mencapai 36,16%. Hal ini juga meningkatkan rasio CASA menjadi 47,27%.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads