"Hingga semester pertama 2015 turunnya 11% untuk kredit baru, kalau kredit secara keseluruhan turunnya 4% menjadi Rp 48,6 triliun dari sebelumnya Rp 50,8 triliun di periode yang sama," kata Direktur Danamon I Made Susila di Menara Danamon, Selasa (28/7/2015).
Susila mengungkapkan, kredit yang tersalurkan Adira untuk segmen otomotif hingga semester pertama tahun ini sudah mencapai Rp 15 triliun, turun 11% dari tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp 16,8 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara jika dihitung dari jenis kendaraannya, menurut Susila, komposisi kredit mobil sebanyak 51%, dan sisanya 49% pada pembiayaan kendaraan roda dua atau motor.
Menurut Susila, penurunan kredit yang tersalurkan tersebut merupakan imbas lesunya industri otomotif di tahun ini.
"Yang perlu dicatat dari sisi industri penjualan sepeda motor baru pada semester pertama turun 23% dibandingkan periode lalu untuk sepeda motor baru. Penjualan mobil baru juga turun 18%," jelas Susila.
Di sisi lain, meski penyaluran kredit otomotif seret, anak perusahaan Bank Danamon ini tetap menjaga kinerjanya di sektor non otomotif.
Ditemui di tempat yang sama, Indra Baruna, Presiden Direktur Adira mengatakan, selama semester I persroan berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 944 miliar kredit.
"Kalau digabung dengan premi dari syariah malah tembus Rp 1 triliun lebih, kalau dilihat dari sisi pertumbuhan masih bisa tumbuh 5%, dan dengan syariah sudah tumbuh 6%," jelas Indra.
Sementara dari sisi kontribusi, lanjut Indra, dari total asuransi Adira Finance sebesar Rp 944 miliar, sebanyak Rp 585 disumbang asuransi kendaraan berrmotor, dan sisanya Rp 359 dari asuransi non kendaraan bermotor.
(ang/ang)











































