Hingga Akhir 2005
BI Optimis Rupiah Rp 8.900/US$
Rabu, 23 Feb 2005 16:59 WIB
Jakarta -
Bank Indonesia optimis asumsi nilai tukar Rupiah Rp 8.900 per dolar AS dalam draf revisi APBN 2005 dapat tercapai. Bahkan BI berharap Rupiah akan semakin menguat di bawah angka tersebut. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aslim Tadjuddin usai membuka Seminar dengan tema Interaksi Good Governance, Risk Management, dan Audit Intern dalam Konsepsi dan Best Practice di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (23/2/2005)."Asumsi Rp 8.900 per dolar AS saya kira itu cukup realistis. Insya Allah tercapai. Bahkan kita harapkan lebih rendah dari itu," kata Aslim.Aslim menjelaskan, Rupiah yang pada penutupan sebelumnya di kisaran Rp 9.200 per dolar AS menunjukkan kondisi makro Indonesia cukup bagus dan bisa menjadi momentum percepatan pertumbuhan ekonomi. "Dari sisi internasional, country risk kita juga semakin kecil. Hal ini tercermin dari perbaikan outlook yang dikeluarkan Moody's," kata Aslim.Ia berharap dalam waktu dekat ini Moody's juga akan menaikkan peringkat utang pemerintah sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Fitch pada Januari lalu. "Kita juga berharap S&P menaikkan peringkat sehingga kalau pemerintah menerbitkan obligasi internasional pada Maret mendatang akan mendapat harga yang cukup bagus," tukasnya.Mengenai asumsi nilai tukar dalam proyeksi baru APBN 2005 yang ditetapkan sebesar Rp 8.900 per dolar AS, Aslim melihat bahwa hal itu hanyalah angka asumsi dan bukanlah angka target. "Itu hanya asumsi, dan saya mengatakan kurs kita akan menguat di tahun ini. Bahkan saya baca dari para analis internasional mereka lebih optimis Rupiah bisa menguat sampai Rp 8.700 per dolar AS," demikian Aslim Tadjudin.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































