Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Selasa (4/8/2015).
Bambang mengatakan, pemerintah terkejut, dalam penerbitan kali ini, jumlah pembeli yang tidak memerlukan jaminan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) meningkat. Seperti diketahui, agar surat utang ini laku, biasanya pemerintah mendapatkan garansi dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya investor Jepang sudah semakin nyaman dengan bond kita tanpa harus digaransi, Artinya bagus kan cost buat investor juga jadi lebih baik," jelas Bambang.
Surat utang ini diterbitkan dalam tiga jangka waktu yang berbeda. Jangka waktunya mulai dari 3,5 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun. Masing-masing seri diberi yen swap offered rate sebesar 0,21%, 0,30% dan 0,64%.
Obligasi ini diterbitkan hari ini pukul 09.30 waktu Tokyo atau pukul 07.30 WIB. Setelmen obligasi ini dilakukan pada 13 Agustus 2015.
(dnl/hen)











































