Direktur Komunikasi dan Kelembagaan BPJS Kesehatan Purnawan Basundoro mengatakan, defisit tersebut terjadi akibat adanya missmatch antara klaim peserta yang lebih tinggi daripada iuran masuk.
Untuk itu, pemerintah sudah menyiapkan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 5 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana tersebut terdiri dari Rp 3,5 triliun untuk kelancaran pelayanan 135 juta peserta, dan Rp 1,5 triliun untuk cadangan pembiayaan untuk dana jaminan sosial (DJS) kesehatan.
Untuk itu, dia mengatakan, pihaknya mendorong agar seluruh masyarakat mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan. Dibutuhkan konsep gotong-royong agar BPJS Kesehatan berkembang dengan baik.
"Jadi gotong royong yang sehat, yang daftar dan bayar iuran disiplin, itu sangat diperlukan, yang sehat membantu yang sakit," katanya.
(ang/dnl)











































