Perlambatan ekonomi memang tengah terjadi di dunia, termasuk Indonesia sejak awal tahun ini. Sepanjang semester I-2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 4,7%. Namun secara keseluruhan di tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,1%.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat mengikuti tren ekonomi global. Indonesia ekonominya lumayan dari negara lain. Kuartal I-2015 mencapai 4,7%, lalu 4,67% di kuartal II-2015. Tapi hingga akhir tahun ini bisa 5,1%," jelas Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kusumaningtuti S. Soetiono, dalam acara Focus Group Discussion bersama Redaktur Media Massa, di Hotel Trans Luxury, Bandung, Sabtu (8/8/2015).
Dalam data OJK, pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak krisis finansial global di 2008, mencapai puncaknya pada kuartal I-2010 dengan besaran 6,9%. Setelah itu, tren ekonomi tercatat mengalami penurunan dalam tiap kuartal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di semester II-2015 ini, pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi) akan menggenjot penyerapan anggaran yang realisasinya masih rendah sepanjang semester I-2015 lalu.
Dari anggaran belanja negara Rp 1.984 triliun dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2015, hingga akhir Juli 2015 sudah terserap Rp 913,5 triliun atau 45% dari alokasi.
(dnl/drk)











































