Bank NISP Mungkin Go Private

OCBC Ingin Tambah Sahamnya

Bank NISP Mungkin Go Private

- detikFinance
Kamis, 24 Feb 2005 14:52 WIB
Jakarta - OCBC bank kembali akan melakukan tender offer untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di Bank NISP. Dan jika pemegang saham banyak yang menjual sahamnya ke OCBC, maka kemungkinan Bank NISP akan go private alias tak lagi menjadi perusahaan terbuka. "Tapi kalau tidak ada yang menjual, kita tetap menjadi perusahaan terbuka," kata Presdir Bank NISP Pramukti Surjaudjaja usai RUPSLB Bank NISPI di Hotel Grand Hyat, Jakarta, Kamis (24/2/2005).Sebelumnya, Oversea-Chinese Banking Corporation Ltd (OCBC Bank) telah mengakuisisi 51 persen saham Bank NISP. Dan OCBC kembali berniat melakukan tender offer untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya melalui anak perusahaannya OCBC overseas investment Pte Ltd.Saat pertama kali membeli saham Bank NISP, OCBC mengakuisisi 22,5 persen saham dan kemudian menambahnya lagi 28,5 persen. Transaksi yang terakhir ini baru mendapatkan persetujuannya dalam RUPSLB hari ini. Saham yang dibeli merupakan saham pendiri keluarga Surjaudjaja serta saham publik lainnya. Dengan demikian total saham yang dimiliki OCBC menjadi 51 persen. Pramukti menjelaskan, nantinya kepemilikan saham pendiri di Bank NISP hanya tersisa 5-10 persen dari semula 23,26 persen melalui PT Suryasono Sentosa (11,63 persen) dan PT Udayawira Utama (11,63 persen). Sementara pemegang saham lainnya yakni IFC (International Finance Corporation) saat ini sebesar 8,56 persen. Angka ini berarti lebih rendah dibanding kepemilikan semula 15 persen karena telah dilepas ke pasar pada akhir tahun lalu. Pramukti juga menjelaskan, jumlah saham yang dibeli OCBC terakhir sebesar 28,5 persen itu setara 1.178.184.135 saham dengan nilai pembelian didasarkan perhitungan 2,5 kali net tangible asset (NTA). "Pada akhir tahun 2004, nilai buku Bank NISP sebesar Rp 337 per saham. Ini dikalikan 2,5 kali atau minimum harga pembelian Rp 845 per saham. Tapi angka ini bisa berubah karena mengikuti penutupan akuisisi tersebut," paparnya. Namun demikian menurut Pramukti, meski OCBC akan menjadi pemilik mayoritas, nama Bank NISP akan tetap dipertahankan dimana perseroan akan tetap fokus pada UKM dan consumer bank. Manajemen Bank NISP juga akan dipertahankan dan ditambah dengan jajaran direksi baru lainnya karena masuknya OCBC. Sementara itu Linus Goh Ti Liang, Wapresdir OCBC mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa menjelaskan berapa jumlah saham yang akan kembali diincar OCBC karena hal itu sangat tergantung dari kondisi pasar. "Tapi kami memang berniat menambah saham lagi meski saat ini belum ada penjelasan yang spesifik mengenai itu," katanya.Pramukti menambahkan, nantinya jika publik atau pemegang saham lainnya akan melepas kembali saham yang dimilikinya, maka OCBC akan tetap memberikan harga yang sama sebesar 2,5 NTA. Untuk transaksi tender offer ini penutupan perjanjian jual beli 28 persen, dilakukan pad 30 Maret dengan pembayaran pada 31 maret 2005. Namun menurut Pramukti hal itu tergantung fit and proper test dari BI. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads