BI Rate 7,5% Dianggap Sulit Mendorong Dunia Usaha

BI Rate 7,5% Dianggap Sulit Mendorong Dunia Usaha

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2015 15:52 WIB
BI Rate 7,5% Dianggap Sulit Mendorong Dunia Usaha
Komplek Bank Indonesia (Foto: Angga/detikFinance)
Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengaku telah memprediksi Bank Indonesia (BI) mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini yakni pada posisi 7,5%.

Menurutnya, langkah ini perlu diambil untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah di tengah desakan sentimen negatif dari luar negeri. Ia khawatir, bila BI Rate diturunkan saat ini maka rupiah akan semakin loyo berhadapan dengan dolar Amerika Serikat (AS) dan yuan.

"Kita berharap ya diturunkan karena itu (7,5%) kan tinggi. Tapi kita juga menyadari kalau itu (BI Rate) turun nanti sinyalnya ditangkap pasar akan beda. Begitu dia turun, rupiah akan semakin nggak karuan karena sekarang saja sudah begini," terang dia ditemui di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, dia berharap BI mau menurunkan tingkat suku bunga acuannya. Menurut dia, level BI rate saat ini yang bertahan pada angka 7,5% terlalu tinggi sehingga sulit mendorong sektor usaha.

Di samping itu, dia juga berharap kondisi ekonomi kembali normal di tengah buruknya kondisi makro saat ini. Terlebih lagi kondisi regional juga sedang memburuk lantaran ekonomi Jepang tengah mengalami kontraksi, ada insiden bom di Thailand serta kondisi perpolitikan Malaysia.

"Ini kan di regionalnya sendiri saja ada banyak masalah. Perlu perkuatan fundamental di dalam negeri yang bisa kita lakukan. Bagaimana mengendalikan impor lalu bagaimana mendorong upaya ekspor terutama dalam kaitan perjanjian multilateral dan bilateral," tandasnya.

(dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads