Penuhi Setoran Rp 4 Triliun, PT PPA Divestasi Sisa Saham
Jumat, 25 Feb 2005 17:32 WIB
Jakarta - Pada tahun 2005 ini PT PPA akan melakukan divestasi sahamnya di sejumlah bank-bank yang dikelolanya untuk memenuhi target setoran sebesar Rp 4 triliun. Hal tersebut disampaikan Dirut PT Perusahaan Pengelola Aset Muhammad Syahrial dalam diskusi yang diadakan di kantonya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (25/2/2005).PT PPA akan mendivestasi 0,025 persen saham pemerintah di Bank Panin, 6,08 persen saham di Maybank, 5,03 persen di BCA, 1,16 persen saham di Bank Lippo dan 12 persen saham di BII. Divestasi saham pemerintah itu menurut Syahrial akan dilakukan melalui market placement. Dan pada tahun 2005 ini, PT PPA juga akan melakukan restrukturisasi di 15 perusahaan dalam rangka peningkatan nilai masing-masing perusahaan. Ke-15 perusahaan itu adalah Dipasena, Bank Permata, Bank Danamon, Tanah di Cijeruk, tanah di Maja, BII, BCA, PT Dirgantara Indonesia, Tuban Petrochemical, Bank Niaga, Bali Nirwana Resort, Pengembangan Pariwisata Lombok, Catur Swasakti Perkasa, Tugu Grup dan tanah di Karawaci."Restrukturisasi harus dilakukan untuk peningkatan nilai. Jika dijual tanpa restrukturisasi, nilainya akan jauh lebih rendah dibandingkan melalui restrukturisasi," kata Syahrial.Dengan restrukturisasi aset, lanjut dia, nilai tambah perusahaan akan meningkat. Restrukturisasinya akan ditandai dengan pergantian manajeman, operasional yang lebih efisien sehingga menghasilkan keuntungan. Perusahaan yang direstrukturisasi juga akan mendapatkan modal kerja tambahan.Tahun ini adalah tahun restrukturisasi dan peningkatan nilai. Untuk memenuhi target setoran Rp 4 triliun, PT PPA juga akan melakukan 3 program lain yakni program penyesuaian utang debitur UKM, program optimalisasi dan penyelesaian hak tagih serta program penjualan, pengembangan dan penawaran properti. Saat ditanya berapa aset properti yang akan dijual, Syahrial menjelaskan, aset properti yang siap untuk dilepas ada 823 unit. Dari jumlah itu sebanyak 100-200 merupakan unit apartemen. "Karena yang diserah terimakan Menkeu untuk dikelola 823 unit. Penjualannya bila melalui broker akan melalui tender," katanya.
(qom/)











































