Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pertumbuhan China.
"Kita melihat keunikan daripada pasar keuangan global itu cukup terus kita waspada. Kita melihat policy rate diturunkan dan terjadi perkuatan yuan. Ini mengundang kesan penurunan tingkat bunga di Tiongkok nanti diharapkan membuat pertumbuhan ekonomi Tiongkok lebih baik," ungkapnya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (25/8/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di 2015 ini mungkin ekonomi Tiongkok akan ada di bawah 7%. Seandainya di 2016 semua masih membicarakan tentang ekonomi tiongkok yang bisa 6,3%. Langkah yang diambil otoritas ekonomi Tiongkok kelihat bentuk konsisten untuk jaga pertumbuhan ekonomi di Tiongkok," paparnya.
Agus menuturkan, sebelumnya telah dilakukan langkah devaluasi terhadap mata uang. Tujuannya sama, adalah mendorong ekspor yang merupakan komponen dari pertumbuhan ekonomi.
"Kita lihat kemarin ketika devaluasi tujuannya untuk bisa mengejar ekspor. Seandainya sekarang dilakukan penurunan tingkat bunga itu juga memberikan reaksi optimisme," tegas Agus.
(mkl/ang)











































