BRI Takkan Ngotot Merger BTN

BRI Takkan Ngotot Merger BTN

- detikFinance
Sabtu, 26 Feb 2005 16:01 WIB
Jakarta - Dirut BRI Rujito mengaku tidak akan ngotot untuk bisa merger dengan BTN. Namun jika pemerintah memutuskan BRI harus merger dengan BTN, maka hal itu akan disambut dengan sangat baik. "Saya tidak akan ngotot. Kalau pemerintah menganggap BTN masih bisa hidup sendiri, ya tidak apa-apa," kata Rudjito disela-sela pencanganan tahun keuangan mikro Indonesia tahun 2005 dan program aksi penanggulanan kemiskinan melalui pemberdayaan UMKM di Pusat Promosi UMKM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (26/2/2005). Menurut Rudjito, kondisi BRI saat ini tingkat konsolidasinya sangat bagus dimana rasio kecukupan modalnya bsia dipertahankan di ksiran 19-20 persen. "Tapi khusus menyangkut masalah BTN, itu kan pure bank milik pemerintah. Jadi kata akhirnya tentu ada di tangan pemerintah," tegas Rudjito.Namun tegas Rudjito, jika BRI memiliki kesempatan untuk merger dengan bank lain, maka kesempatan tersebut tidak akan dihilangkan. Ia mengemukakan, BRI sebenarnya secara organik bisa mengembangkan diri di bidang perumahan karena dengan jaringan yang begitu banyak dan sumber dana yang murah. "Tetapi itu tidak akan secepat misalnya pemerintah mengizinkan merger," ujarnya.Rudjito berpendapat, siapapun bank yang akan merger dengan BTN, maka bank itu tidak perlu menghilangkan BTN dan harus memperbesar fungsi dari komitmen di bidang perumahan. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads