"Nggak ada pembicaraan itu (utang). Christine Lagarde akan berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri acara seminar antara BI dan IMF, tema The Futures of Asia's Finance," ujar Kepala Departemen BI Aida Budiman saat konferensi pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Senin (31/8/2015).
Dia menjelaskan, kedatangan Lagarde murni hanya untuk mengisi acar seminar yang diselenggarakan BI dan IMF di Gedung BI, Thamrin, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perwakilan yang dipastikan hadir adalah Jepang, India, Sri Langka, Kamboja, Laos, dan Australia. Kegiatan serupa juga pernah dilakukan pada April 2013, dan Oktober 2014.
Hadirnya Lagarde di Indonesia mencoba untuk melihat bagaimana perkembangan sektor finansial di Indonesia.
"BI melihat ada kesempatan untuk bekerjasama dengan IMF, kita mengambil isu financing for development, meng-address infrastruktur, potensial output, investasi, itu akan bermanfaat untuk meningkatkan kerja," kata dia.
Aida menjelaskan, tema tersebut juga berkaitan dengan inisiatif Jokowi mengedepankan infrastruktur, bagaimana sektor keuangan memberikan opsi untuk pembiayaan.
"Nanti seminar tersebut dilakukan dalam tiga sesi, meliputi interaksi antar pembuat kebijakan. Hasil seminar nanti akan dibuat buku, nanti ada para pelaku pasar dari Jerman, dan lain-lain," terangnya.
Selain menghadiri seminar, Lagarde juga dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perekonomian Darmin Nasution, dan pejabat lainnya.
"Christine akan mem-brief kepala negara tentang perekonomian terkini, kondisi global saat ini dan pengaruhnya terhadap negara-negara berkembang seperti apa, bagaimana mengatasi stabilitas makro ekonomi, Christine juga akan memberikan apresiasi kepada Indonesia karena sudah berhasil keluar dari krisis 1998," jelas Aida.
(drk/ang)











































