Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad mengatakan, dia melihat daya tahan industri perbankan saat ini masih kuat.
"Masih oke, perbankan itu istilahnya concern pokoknya bukan kepada rupiah atau indeks (saham). Saya malah fokusnya pada NPL. Jadi mudah-mudahan lah, jadi NPL masih kecil (gross) 2,5%, nett 1,5%. Jadi saya pikir masih sangat kuat. Mudah-mudahan daya tahan industri perbankan masih cukup. Kalau potensi ke depan, nanti kita lihat bareng-bareng," ujar Muliaman di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (31/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi menurut saya, 13% bisa tercapai sudah luar biasa. Jadi mungkin antara 12-13% lah. Saya akan terus pantau. Tapi kan berbagai paket kebijakan OJK kemarin kan memberikan ruangan yang cukup longgar, terutama kredit kepada UMKM," jelas Muliaman.
Pada kondisi saat ini, kredit bank ke sektor UMKM menjadi primadona. Sektor UMKM ini yang bisa menggerakan perekonomian di saat perlambatan ekonomi tejadi. Bahkan, kredit ke sektor ini pertumbuhannya lebih tinggi dari pertumbuhan kredit secara nasional
"Pertumbuhan kredit mikro pada beberapa bank BUMN lebih tinggi dari kredit umum. Jadi saya pikir pada tingkat bawah masih ada kegiatan. Maka dari itu, fokus kita ke UMKM pas, jadi akan kita teruskan," ungkapnya.
(dnl/ang)
