Salah satu agenda kedatangan orang nomor satu IMF ke Indonesia ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada Indonesia, yang telah berhasil keluar dari krisis ekonomi di 1998.
"Ingin melihat bagaimana mengatasi stabilitas makro ekonomi, Christine juga akan memberikan apresiasi kepada Indonesia karena sudah berhasil keluar dari krisis 1998," kata Kepala Departemen Bank Indonesia (BI), Aida Budiman, saat jumpa pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Senin (31/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Acara ini (BI dan IMF) inisitiaf yang telah dirancang sejak 2013. Mereka ingin melihat sektor finansial regional kita juga bagaimana kontribusinya terhadap pembangunan," katanya.
Di samping itu, Lagarde juga dijadwalkan akan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa pejabat penting lainnya, seperti Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perekonomian Darmin Nasution, dan Gubernur BI Agus Martowardojo.
"Christine Lagarde dijadwalkan akan bertemu Jokowi, Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perekonomian Darmin Nasution, dan pejabat lainnya," sebut dia.
Aida mengatakan, kunjungan Lagarde ke Indonesia murni untuk menghadiri acara seminar tersebut dan tidak ada kesepakatan apa pun termasuk soal utang atau pinjaman.
"Tidak ada kok (soal utang), cuma soal seminar saja," katanya.
(doc/dnl)











































