"Secara year to date investasi di asuransi naik hampir 2%, tetapi month to month itu ada penurunan khususnya Mei ke Juni sekitar 1,7%. Namun di Juni ke Juli meng-adjust, men-switch investasinya mulai naik 0,6%, tapi tetap masih minus," jelas Deputi Komisioner Pengawas IKNB I Edi Setiadi saat konferensi pers di Gedung OJK, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (3/9/2015).
Sementara untuk dana pensiun, Edi menyebutkan, portofolio investasinya masih tercatat positif di bulan Juni 2015 sebesar 1,1%. Namun, di bulan Juli 2015 minus 0,67%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, dia menyebutkan, secara keseluruhan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) masih tumbuh positif.
Hingga semester I-2015, total aset naik 3,74% mencapai Rp 1.607 triliun, terdiri dari perusahaan asuransi sebesar Rp 777,3 triliun, perusahaan pembiayaan Rp 430 triliun, dan dana pensiun Rp 199 triliun.
"Itu yang cukup besar di industri IKNB. Untuk IKNB syariah dipisahkan, total Rp 44,8 triliun," sebut dia.
Edi menyebutkan, Investasi terbesar dari masing-masing perusahaan mayoritas ditempatkan di pasar modal. Total investasi dari 3 industri tersebut mencapai Rp 622 triliun di semester I-2015, terdiri dari perusahaan pembiayaan sebesar Rp 370 triliun, dana pensiun Rp 190 triliun, dan sisanya perusahaan asuransi.
"Asuransi yang konvensional tetap ada juga yang di deposito 23%. Yang di pasar modal itu macam-macam, ada yang disimpan di saham, obligasi, reksa dana, porsinya kita tidak bisa menyebut detil," tandasnya.
(drk/ang)










































