Pasar Saham Anjlok, Investasi Dana Pensiun dan Asuransi Merosot

Pasar Saham Anjlok, Investasi Dana Pensiun dan Asuransi Merosot

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 03 Sep 2015 18:36 WIB
Pasar Saham Anjlok, Investasi Dana Pensiun dan Asuransi Merosot
Jakarta - Lesunya pasar saham saat ini membuat portofolio investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun ikut merosot. Sebab, 50% investasi perusahaan asuransi dialokasikan ke pasar modal dan surat berharga pemerintah, sementara di dana pensiun mencapai 42%.

"Secara year to date investasi di asuransi naik hampir 2%, tetapi month to month itu ada penurunan khususnya Mei ke Juni sekitar 1,7%. Namun di Juni ke Juli meng-adjust, men-switch investasinya mulai naik 0,6%, tapi tetap masih minus," jelas Deputi Komisioner Pengawas IKNB I Edi Setiadi saat konferensi pers di Gedung OJK, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Sementara untuk dana pensiun, Edi menyebutkan, portofolio investasinya masih tercatat positif di bulan Juni 2015 sebesar 1,1%. Namun, di bulan Juli 2015 minus 0,67%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu kita tidak bisa mengatakan nominalnya, ini bisa diakibatkan karena penurunan nilai pasar, ini yang menjadi kekhawatiran dari regulator, kalau didiamkan menimbulkan permasalahan," kata Edi.

Meski demikian, dia menyebutkan, secara keseluruhan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) masih tumbuh positif.

Hingga semester I-2015, total aset naik 3,74% mencapai Rp 1.607 triliun, terdiri dari perusahaan asuransi sebesar Rp 777,3 triliun, perusahaan pembiayaan Rp 430 triliun, dan dana pensiun Rp 199 triliun.

"Itu yang cukup besar di industri IKNB. Untuk IKNB syariah dipisahkan, total Rp 44,8 triliun," sebut dia.

Edi menyebutkan, Investasi terbesar dari masing-masing perusahaan mayoritas ditempatkan di pasar modal. Total investasi dari 3 industri tersebut mencapai Rp 622 triliun di semester I-2015, terdiri dari perusahaan pembiayaan sebesar Rp 370 triliun, dana pensiun Rp 190 triliun, dan sisanya perusahaan asuransi.

"Asuransi yang konvensional tetap ada juga yang di deposito 23%. Yang di pasar modal itu macam-macam, ada yang disimpan di saham, obligasi, reksa dana, porsinya kita tidak bisa menyebut detil," tandasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads