Perkuat Rupiah, OJK Permudah Warga Asing Buka Rekening Dolar di RI

Perkuat Rupiah, OJK Permudah Warga Asing Buka Rekening Dolar di RI

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 07 Sep 2015 11:10 WIB
Perkuat Rupiah, OJK Permudah Warga Asing Buka Rekening Dolar di RI
Nusa Dua - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah merampungkan aturan mempermudah warga negara asing (WNA) membuka rekening dalam bentuk valuta asing (valas), utamanya dolar Amerika Serikat (AS) di Indonesia.

Tujuannya, agar likuiditas dolar di Indonesia semakin meningkat, dan ujung-ujungnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin menguat.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, aturan yang akan dikeluarkan dalam bentuk Surat Edaran (SE) OJK ini ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan, dan bisa diberlakukan minggu depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira OJK sedang mempersiapkan salah satunya adalah memudahkan terutama bagi para orang asing untuk buka rekening atau simpanan di Indonesia. Kami sedang siapkan mudah-mudahan cepat selesai, 2-3 hari ini, jadi minggu depan bisa selesai," ujar Miliaman, saat ditemui di acara Seminar Internasional Industri Keuangan Non Bank (IKNB), di Ayodya Resort Nusa Dua, Bali, Senin (7/9/2015).

Dia menyebutkan, bunga simpanan valas di Indonesia cukup menarik, rata-rata 2-2,5%, sementara di luar negeri hanya 0,25%. Ini menjadi daya tarik investor asing untuk mau menyimpan dananya di dalam negeri.

"Mudah-mudahan ini bisa menambah valas. Bunga cukup menarik antara 2-2,5%, saya pikir ini bisa menjadi faktor insentif, di luar hanya 0,25%," sebut dia.

Lebih jauh Muliaman menjelaskan, aturan ini akan mempermudah warga negara asing untuk membuka rekening valas di Indonesia. Cukup dengan menyertakan paspor saja, mereka sudah bisa memiliki rekening di Indonesia. Tentunya, itu hanya berlaku bagi simpanan maksimal US$ 50.000.

"Setoran pertama minimal US$ 2.000, maksimal US$ 50.000, itu sudah disetujui PPATK," katanya.

Menurut Muliaman, potensi orang asing untuk menyimpan dananya di Indonesia cukup tinggi. Setiap tahun, kata dia, ada 10-12 juta warga asing datang ke Indonesia. Ini bisa menjadi potensi yang bagus untuk menarik valas melalui pembukaan rekening.

"Yang masuk kategori turis ini bukan hanya kunjungan sekali seumur hidup, tapi bolak-balik setahun 6-7 kali, ada keperluan bisnis dan keluarga, daripada bawa uang fisik mending disimpan di rekening," paparnya.

Melalui cara ini, Muliaman meyakini, akan banyak valas masuk ke Indonesia dan ini bisa membantu memperkuat rupiah yang saat ini sedang dalam tekanan.

"Ini untuk menambah suplai dolar dan memudahkan urusan bisnis dari para turis dengan berbagai macam turis. Dalam waktu dekat akan segera kita umumkan, kita buat aturannya dalam bentuk SE, kami memastikan, kita tidak melanggar aturan-aturan dalam internasional, ini di banyak negara sudah diterapkan," imbuh Muliaman.

Seperti diketahui, dolar AS saat ini terus perkasa. Pada pagi tadi, dolar AS sempat menyentuh tingkat tertingginya di Rp 14.310.

(drk/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads