Sebelumnya tingkat bunga KUR dipatok 22% dan sudah diturunkan menjadi 12% tahun ini. Nah, jika tahun depan bunganya turun lagi menjadi 9%, maka pemerintah memprediksi total penyaluran (outstanding) kredit mikro bisa sebesar Rp 120 triliun.
"Tahun depan rencana bunga KUR ini bahkan bisa 9%. Dengan subsidi ini, di APBN kita harapkan outstanding kredit mikro bisa Rp 120 triliun," kata Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, dalam diskusi Daya Tahan Ekonomi Indonesia, Jakarta, Senin (7/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Subsidinya pemerintah dan bank juga bantu, pemerintah keluarkan uang buat subsidi, tak ada lagi agunan karena ada jaminan kredit. Pemerintah sudah talangi untuk Jamkrindo dan Askrindo," imbuhnya.
Selain memberikan subsidi, pemerintah juga menjamin kredit tersebut sehingga para peminta kredit tak perlu menyiapkan agunan atau jaminan lain.
"Kita juga harapkan jangan seperti sekarang ini, yang mana KUR lebih banyak untuk sektor ritel atau perdagangan, kita maunya kredit KUR ini bisa banyak di sektor produksi," katanya.
(ang/dnl)











































