Dalam keterangan Bank Indonesia (BI), Senin (7/9/2015), penurunan cadangan devisa disebabkan oleh peningkatkan kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta penggunaan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.
"Hal tersebut sejalan dengan komitmen Bank Indonesia yang telah dan akan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Di sisi lain, kenaikan penerimaan devisa yang terutama bersumber dari penerbitan Samurai Bonds Pemerintah mampu menahan penurunan lebih lanjut," demikian penjelasan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
(dnl/ang)











































