Perbankan RI Kini Lebih Kuat dan Sehat Berkat Krisis 1998

Perbankan RI Kini Lebih Kuat dan Sehat Berkat Krisis 1998

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2015 16:48 WIB
Perbankan RI Kini Lebih Kuat dan Sehat Berkat Krisis 1998
Jakarta - Krisis ekonomi (krismon) Indonesia 1998 adalah krisis yang amat buruk. Pemulihannya pun membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Kendati sempat memberi kerusakan yang luar biasa, krismon 1998 juga memberi dampak positif bagi Indonesia. Plt Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Fauzi Ichsan, menyebut kini perbankan Indonesia cukup kuat berkat krisis tahun 1998.

"Krisis 1998 adalah yang terburuk. Tapi dengan adanya krisis itu ekonomi Indonesia direstrukturisasi. Krisis-krisis berikutnya tidak sebesar 1997-1998," kata Fauzi dalam Media Gathering di Restoran Meradelima, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, pada 1997-1998 Indonesia melikuidasi bank-bank yang tidak sehat. Jumlah bank dirampingkan. Bank-bank yang goyang direstrukturisasi hingga sehat, banyak di antaranya lalu dijual pada investor-investor yang bermodal kuat.

"Kenapa perbankan Indonesia bisa begitu kuat? Karena ada krisis 1997-1998. Sekarang bank-bank kita sudah direstrukturisasi. Bank-bank BUMN sudah jauh lebih prudent," dia menuturkan.

Berkat restrukturisasi perbankan setelah Indonesia dihantam keras oleh krisis 1998 tersebut, perbankan nasional kini terbukti punya daya tahan kuat. Pada tahun 2008 misalnya, perbankan di Indonesia tetap sehat, begitu juga pada 2013 dan sekarang.

"Dites waktu krisis finansial 2008, kita kuat," ucapnya.

Meski demikian, bukan berarti Indonesia boleh takabur alias lupa diri. Ancaman krisis harus selalu diwaspadai. Terpeleset sedikit saja, krisis bisa langsung datang dengan sangat cepat.

"Bukan berarti kita tidak perlu waspada, kita lakukan stress test. Waktu krisis betul-betul terjadi, itu akan cepat sekali," tutup Fauzi.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads