Nah, para peserta yang sudah menunggu pencairan JHT sejak beberapa bulan lalu akhirnya menyerbu kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk mencairkan JHT. Salah satunya adalah Asep, yang baru saja resign setelah bekerja 10 tahun di Jakarta.
"Awalnya saya datang ke kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan, lalu disuruh ke lantai 2. Di sana bertemu satpam dibilangin sudah penuh. Saya disuruh datang lagi tanggal 9 Oktober," kata Asep kepada detikFinance, Jumat (11/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantang menyerah, Asep pun mencoba mendatangani kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di tempat lain. Tiba lah Asep di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Wahid Hasyim.
Asep pun kaget ketika melihat kantor tersebut dipadati oleh para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mencairkan JHT. Rencana pencairan JHT Asep pun kembali ditolak.
"Penuh Pak. Kalau mau datang nanti Senin jam 4 subuh," kata salah satu petugas kepada Asep.
Asep pun diberi formulir oleh petugas untuk kemudian diisi bersama lampiran syarat-syarat lainnya. Setelah pesyaratan lengkap, nanti baru diserahkan ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Senin depan.
"Saya juga sempat tanya kalau di kantor cabang pinggiran kayak Tangsel (Tangerang Selatan) kosong nggak, katanya malah lebih parah. Soalnya di sana banyak pabrik. Jadi masih mending yang di tengah kota," kata Asep.
(ang/dnl)











































