Deputy of Head Equity Research Mandiri Sekuritas, Chandra Linanjaya mengatakan, kondisi ini akan memaksa bank menambahkan pencadangan (provisi) di akhir tahun, dan menggerus labanya.
"NPL 2,7% di Juli, kita masih perkirakan 3% di akhir tahun, ini akan memaksa bank menambah provisi. Jadi 3% di 2016 memaksa perbankan untuk menyisihkan keuntungan mereka," kata Chandra saat Paparan Macroekonomi Outlook Mandiri Grup Triwulan III-2015 di Ruang Auditorium, Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (21/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini hanya 11-12%, tidak bisa lagi meng-upgrade di 20%, tahun 2016 juga hanya 13-15%," sebut dia.
Chandra mengungkapkan, dengan perlambatan ekonomi saat ini permintaan terhadap pinjaman perbankan akan menurun. Di samping itu, penempatan dana masyarakat di perbankan juga dinilai akan lebih rendah 1-2% dari pertumbuhan kredit. Kondisi ini membuat likuiditas di perbankan menjadi ketat.
"Pertumbuhan deposito 1-2% lebih rendah dari kredit, LDR akan di angka kurang dari 90%," katanya.
(drk/dnl)











































