"Sampai Agustus, investasi Rp 12,3 triliun, tahun ini target Rp 16 triliun," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Massassya saat ditemui di InterContinental MidPlaza Hotel, Jakarta, Selasa (29/9/2015).
Dia menjelaskan, hasil investasi tersebut didapatkan dari berbagai instrumen investasi meliputi saham, obligasi, deposito, reksa dana, hingga penyertaan modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, investasi saham dialokasikan untuk jangka panjang. Saat ini, porsi alokasi saham mencapai 18-22% atau sekitar Rp 40 triliun dari total portofolio.
Sementara alokasi terbesar ditempatkan di obligasi sebesar Rp 80 triliun atau 42% dari total investasi.
"Alokasi di saham 18-22%. Sekarang lagi murah jadi kami tetap beli, kami tetap bid di saham untuk jangka panjang," terang dia.
Elvyn meyakini, IHSG akan kembali menguat di akhir tahun sehingga tidak ada kekhawatiran portofolio investasi akan merosot.
"Kami tetap optimis indeks ini akan lebih bagus di akhir tahun, indeks nggak akan turun terus, ketika indeks turun buat kita time to buy, investasi nggak hanya saham ada tempat lainnya," katanya.
Dalam 3 tahun ke depan, Elvyn menyebutkan, masih akan tetap mengalokasikan investasinya di instrumen saham sebesar 18-22%.
Sebesar 42-46% obligasi, 6-10% reksa dana, sisanya ke properti dan penyertaan.
"Kami melakukan grading 136 bank, kami hanya menempatkan dana di grade A dan B, jadi prudensial konsep, dari 100 sekuritas hanya belasan saja yang bermitra dengan kami, untuk MI yang AUM di atas Rp 1 triliun. Obligasi ratingnya single A+ baru kita beli, nilai yang di issued di atas Rp 700 miliar. Kami membeli saham dengan kriteria market cap di atas Rp 10 triliun," jelas Elvyn.
(drk/ang)











































