Banyak Orang Cairkan JHT, Bank Terancam Bahaya

Banyak Orang Cairkan JHT, Bank Terancam Bahaya

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 29 Sep 2015 15:48 WIB
Banyak Orang Cairkan JHT, Bank Terancam Bahaya
Jakarta -

Lesunya perekonomian Indonesia menimbulkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai daerah. Para mantan pegawai ini pun ramai-ramai mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Akibatnya, kantor-kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan dipadati oleh peserta yang tak lagi bekerja, bisa itu gara-gara PHK maupun resign. Pihak BPJS Ketenagakerjaan mengaku sudah menyiapkan dana hingga Rp 8 triliun, untuk pencairan JHT sampai akhir 2015. Sampai saat ini sudah Rp 1,9 triliun dana JHT dicairkan.

Namun di lain pihak, ternyata bukan BPJS Ketenagakerjaan yang likuiditasnya terancam tapi justru perbankan dalam negeri. Kok bisa?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau semua orang mengklaim (mencairkan) JHT, ini nanti rentetannya panjang, yaitu kena banknya. Kan dana itu didepositokan, kalau diambil terus akan menimbulkan missmatch di perbankan antara simpanan dan kredit mereka, ini sangat rawan," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2015).

Selain itu, banyaknya pencairan JHT ini menjadi sinyal, makin banyak orang Indonesia yang tidak lagi bekerja. Hal ini tentunya bisa menjadi masalah di kemudian hari.

"Ini adalah sinyal yang sangat negatif bahwa karena kalau orang mencairkan jaminan hari tua secara penuh maka dia dikategorikan tidak bekerja," ucapnya.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads