Pengusaha Korea di RI Tak Mau Ikut BPJS, Kenapa?

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2015 20:30 WIB
Foto: Idris/detikFinance
Jakarta - Pemerintah mewajibkan masyarakat daftar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan bagi yang bekerja. Pengusaha asing malah ogah ikut jaminan sosial ini. Kenapa ya?

"Orang Indonesia sendiri banyak mengeluhkan. Antrenya panjang, apalagi buat orang asing," kata Salah satu ekspatriat asal Korea Selatan, Lee Cheon Ho, di acara gathering pengusaha Korea, di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Pria yang sudah 26 tahun tinggal di Indonesia itu mengatakan, orang asing sebaiknya jangan diwajibkan ikut BPJS, tapi cukup beri perlindungan dengan asuransi saja.

"Jadi sebenarnya justru lebih bagus selama dulu jangan diwajibkan orang asing pakai BPJS, tapi perlindungan orang asing yang kayak polis asuransi itu jauh lebih bagus. Ini hanya beban baru buat orang asing," jelasnya.

"Kalau untuk misalnya tenaga kerja Indonesia wajib yang silakan saja. Itu bagus, tapi jangan orang asing juga disamakan, orang Korea disamakan, enggak akan dipakai tapi diwajibkan, semacam beban baru. Itu iurannya tinggi juga. Tapi bukan masalah itunya, setelah bayar tapi kemudian tidak ada manfaat, kasihan dong," ujarnya.

(ang/dnl)