Menkop UKM Janji Permudah Kredit Usaha Buat Salon Hingga Ibu Rumah Tangga

Menkop UKM Janji Permudah Kredit Usaha Buat Salon Hingga Ibu Rumah Tangga

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2015 12:55 WIB
Menkop UKM Janji Permudah Kredit Usaha Buat Salon Hingga Ibu Rumah Tangga
Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Ngurah Puspayoga, menyatakan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan diturunkan dari 12% menjadi 9% tahun depan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini.

Dana untuk KUR juga akan ditambah tahun depan. Pagu KUR tahun ini yang sebesar Rp 30 triliun akan ditambah sampai Rp 120 triliun. Sasaran penerima KUR juga diperluas sehingga makin banyak yang mendapatkan manfaatnya.

"Tahun depan akan diturunkan bunganya (KUR) dari 12% ke 9%. Target (penyaluran KUR) dinaikan antara Rp 100-120 triliun. Sasarannya diperluas tapi kita koordinasi sama OJK dulu biar nggak salah," kata Puspayoga usai peluncuran Gerakan Bangga Koperasi di Gedung SMESCO, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€ŽDengan adanya penurunan suku bunga KUR dan perluasan sasaran penerimanya, diharapkan usaha kecil menengah bisa lebih berkembang. Prosedur maupun persyaratan untuk memperoleh KUR akan diperlonggar.

Puspayoga berjanji UKM di sektor-sektor yang saat ini masih sulit mendapatkan KUR, misalnya usaha jasa seperti salon, bengkel, dan sebagainya bisa lebih mudah mendapat KUR tahun depan.

Tak hanya untuk usaha-usaha yang sudah ada, Puspayoga juga menyatakan bahwa ibu rumah tangga yang suaminya memiliki penghasilan tetap pun juga akan dipermudah memperoleh KUR supaya bisa membangun usaha kecil-kecilan.

"Bank akan membuat relaksasi untuk memperluas sasaran KUR. Contohnya yang dulu di segmen jasa nggak boleh, sekarang dievaluasi lagi. Sektor jasa itu misalnya bengkel, salon, istri karyawan berpenghasilan tetap boleh diberikan KUR untuk modal usaha," ucapnya.

Dengan sasaran penerima KUR yang lebih luas tahun depan, dirinya yakin penyaluran KUR bisa mencapai target yang diharapkan. Sebab, salah satu kendala dalam penyaluran KUR selama ini adalah ketatnya prosedur dan persyaratan penerima KUR.β€Ž

"Kalau sasarannya diperluas, tentu targetnya bisa ditingkatkan lagi," ujar Puspayoga.

Akibatnya, penyaluran KUR tak mencapai target, otomatis penerimanya sedikit. Tahun ini saja, β€Žpenyaluran KUR baru terealisasi Rp 5 triliun dari target Rp 30 triliun alias cuma 18%.

Tiga bank penyalur KUR, yaitu BNI, BRI, dan Bank Mandiri menyatakan hanya sanggup menyalurkan KUR sampai Rp 20 triliun tahun ini.

β€Ž"Laporan dari bank pelaksana, target realistisnya Rp 20 triliun sampai akhir tahun," pungkasnya.

Sampai 30 September, Realisasi Penyaluran KUR Tahun Ini Baru 18%

Tahun 2015 ini ada jatah KUR Rp 30 triliun untuk UKM. Namun, realisasi penyalurannya amat minim, baru Rp 5 triliun atau sekitar 18% dari pagu saja yang sudah tersalurkan tahun ini.

"Realisasinya (penyaluran KUR) per 30 September kurang lebih Rp 5 triliun," kata Puspayoga

Puspayoga mengaku pesimis penyaluran KUR bisa mencapai target Rp 30 triliun sampai akhir tahun. Sebab, 3 bank penyalur KUR, yakni Bank Mandiri, BNI, dan BRI menyatakan hanya sanggup menyalurkan KUR kurang lebih Rp 20 triliun hingga akhir tahun.

"Dua hari lalu kita sudah rapat sama Presiden, melaporkan pelaksanaan (KUR). Bapak Presiden menginstruksikan bahwa KUR harus terserap Rp 30 triliun sampai akhir tahun. Tapi laporan dari bank pelaksana, target realistisnya Rp 20 triliun sampai akhir tahun," ucapnya.

Namun, pihaknya akan tetap berupaya menggenjot penyaluran KUR sesuai dengan target yang diberikan Presiden Joko Widodo, yaitu sampai Rp 30 triliun. Caranya dengan melonggarkan prosedur dan persyaratan bagi penerima KUR. Dengan begitu sasaran penerima KUR bisa diperluas.

"Bank akan membuat relaksasi untuk memperluas sasaran KUR. Kalau sasarannya diperluas, tentu targetnya bisa ditingkatkan lagi," tutupnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads