Dalam data bank sentral China yang dilansir dari Reuters, Jumat (9/10/2015), bulan lalu, cadangan devisa China turun US$ 43,3 miliar, menjadi US$ 3,514 triliun. Sepanjang kuartal III-2015, cadangan devisa China turun US$ 180 miliar.
Langkah bank sentral China melakukan devaluasi yuan ternyata keterusan. Yuan terus turun karena imbas sentimen negatif ekonomi global. Para analis memprediksi, penurunan cadangan devisa China akan terus berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Devaluasi yuan yang awalnya dilakukan oleh China, memunculkan kekhawatiran munculnya perang mata uang. Ini juga memunculkan keraguan soal kemampuan pemerintah China untuk melakukan transisi dari ekonomi yang didorong oleh investasi dan ekspor, menjadi ekonomi yang didorong oleh konsumsi.
(dnl/rrd)











































