Posisi ini sudah naik cukup tajam dari posisi dolar AS di level Rp 14.300 pada pekan sebelumnya.
Kemarin, dolar AS kembali bergerak di kisaran Rp 13.600.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) diyakini tidak akan menaikkan tingkat suku bunganya di tahun ini.
Melihat faktor-faktor tersebut, akankah BI menurunkan suku bunganya yang akan diumumkan Kamis pekan ini?
"Harapannya turun, dari Jokowi-JK juga minta bank menurunkan benchmark, tapi di luar itu masih banyak pertimbangan BI menurunkan suku bunganya," kata Analis Perbankan OSO Securities Supriyadi kepada detikFinance, Rabu (14/10/2015).
Dia menjelaskan, meskipun posisi kurs rupiah saat ini sudah menguat tajam, namun BI melihat masih ada kekhawatiran akan adanya aliran dana keluar atau capital outflow jika BI rate diturunkan.
Posisi dolar AS di level Rp 13.500 dinilai belum cukup aman untuk menjadi benteng pertahanan.
Supriyadi menyebutkan, BI rate bisa diturunkan jika penguatan rupiah sudah mendekati level Rp 13.200.
"Kurs rupiah masih tinggi masih cukup rawan menurunkan suku bunga, dikhawatirkan ada outflow kalau BI rate diturunkan. Tapi kalau bisa tembus Rp 13.200, itu berarti ada keseriusan pelaku pasar, jadi BI bisa untuk menurunkan suku bunganya," terang dia.
Di level tersebut, Supriyadi melihat, para pelaku pasar sudah cukup confiden dan percaya terhadap pasar dalam negeri.
Sehingga, meskipun The Fed menaikkan tingkat suku bunganya, posisi Indonesia masih tetap menarik untuk menjadi tempat menaruh dana para investor.
Melihat kondisi saat ini, Supriyadi memperkirakan, dolar AS hingga Kamis pekan ini akan bergerak di level Rp 13.600-Rp 13.800.
Kalau pun ada penguatan signifikan, dolar AS akan bergerak di level Rp 13.289-Rp 13.400.
Nah, jika dolar AS menembus level resistance di angka Rp 13.200, maka dimungkinkan BI bisa menurunkan tingkat suku bunganya.
"Dimungkinkan BI rate masih tetap, tapi kalau sampai Kamis siang, paling tidak di sesi pertama, perkembangan rupiah tembus resistance di Rp 13.200, ini akan ada pertimbangan dari BI untuk menurunkan suku bunganya," pungkasnya.
(drk/drk)











































