Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Achmad Baiquni menjelaskan besarnya pengaruh penguatan rupiah bagi perbankan. Sehingga diharapkan penguatan rupiah ini masih terus berlanjutβ sampai menyentuh batas fundamental yang diperkirakan oleh Bank Indonesia (BI).
"Penguatan dolar berpengaruh, sangat berpengaruh. Memang kita harapkan rupiah itu levelnya sesuai fundamentalnya, dengan adanya penguatan itu kondisi ini berharap berlangsung terus sampai yang BI anggap itu sudah mencapai batas fundamental di angka berapa," ujarnya di Kantor Pusat BNI, Jakarta,β Kamis (15/10/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan kita ada nasabah di sektor ril, karena bahan bakunya impor, saat rupiah melemah tentu menaikkan ongkos produksi, nah itu kan menjadi beban bagi perusahaan. Kalau rupiah menguatβ itu bisa membantu mereka" terangnya.
Maka dengan demikian, pembayaran kredit dari perusahaan ke perbankan juga bisa lancar. Artinya perbankan bisa menjaga kreditβ bermasalah atau non performing loan pada level yang baik. Baiquni menyebutkan NPL bank berkode BBNI itu tahun ini diperkirakan sebesar 2,8%.
"Akhir tahun 2,8% untuk NPL," tegasnya.
Selain penguatan rupiah, juga harus dijaga sisi kestabilan. Sebabβ, nilai tukar yang bergerak terlalu fluktuatif maka akan mempersulit dunia usaha untuk menentukan arah bisnisnya. Termasuk dalam berinvestasi atau ekpansi.
"Kestabilan itu diperlukanβ setelah penguatan. Biar bisnis itu ketahuan arahnya," kata Baiquni.
(mkl/ang)











































