Dirut BNI Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Mulai Membaik

Dirut BNI Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Mulai Membaik

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2015 14:20 WIB
Dirut BNI Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Mulai Membaik
Jakarta - Perekonomian Indonesia pada kuartal III-2015 dinilai sudah mulai bergairah dibandingkan dengan posisi pada dua kuartal sebelumnya. Kuartal I, ekonomi Indonesia tumbuh 4,7% dan kuartal II lebih rendah sedikit ke level 4,67%.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Achmad Baiquni menuturkan banyak proyek pemerintah sudah‎ mulai berjalan. Sehingga memacu aktivitas ekonomi di sektor riil lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

Terlihat pada permintaan semen yang meningkat sampai dengan 14% memasuki kuartal III. Sebagian besar digunakan untuk proyek sejuta rumah dan proyek infrastruktur lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dibaca sekarang permintaan semen itu menunjukan proyek pemerintah sudah mulai berjalan ekspansi 14% itu sudah memperlihatkan meningkatkan pertumbuhan. Kan rasanya tidak mungkin bisa tumbuh segitu kalau bukan jalannya proyek pemerintah," terangnya di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (15/10/2015)

Di samping itu, penyaluran kredit bank bank berkode BBNI itu juga sudah mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada kuartal III-2015, kredit yang disalurkan mencapai Rp 307,12 triliun atau naik 14,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Khususnya untuk pembiayaan pembangunan proyek infrastruktur yang mencapai Rp 63,73 triliun atau tumbuh 6,6% dibandingkan sebelumnya (yoy) yang sebesar Rp 59,79 triliun.

"Paling sifgnikan, sampe September paling tinggi di power plant, kedua di manufaktur, kebanyakan di pupuk," jelasnya.

Hal ini tentunya akan turut berdampak positif terhadap bisnis perbankan ke depannya. Baiquni menargetkan laba masih tumbu‎h positif hingga akhir tahun. Meskipun sulit untuk mengejar capaian di 2014.

"Kemampuan mencetak laba kita Rp 1,2 triliun per bulan, tinggal dikali saja sampai akhir tahu. Apa sudah mencapai laba tahun lalu? Tentu belum, tapi cadangan kita sudah cukup bagus. Sampai dengan akhir tahun, kita cukup puas. Untuk jangka menengah 2-3 tahun kita targetkan meningkat 150%‎," paparnya.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads