Saat ini, perseroan fokus untuk memperkuat unit usaha syariahnya terlebih dahulu sebelum nantinya melakukan pemisahan atau spin off yang diperkirakan bisa direalisasikan dalam 2 tahun ke depan.
"BTN Syariah akan tetap sama fokus pada KPR. Kenapa? Karena di Indonesia kita masih ada backlog perumahan 15 juta," kata Direktur Utama BTN Maryono di acara Seminar Infobank 'Strategi Industri Perbankan dan Keuangan Syariah di Tengah Gejolak Ekonomi', di Hotel Sangri-la, Jakarta, Jumat (16/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dilepas, BTN Syariah akan berdiri sendiri. Sekarang asetnya masih di bawah Rp 20 triliun, masih kecil, nanti 1 atau 2 tahun lagi kita spin off. Jadi, nanti harapan saya kalau sudah spin off bisa jadi bank syariah terkemuka di dunia," terang dia.
Saat ini, Maryono menyebutkan, fokus bisnis BTN Syariah adalah penyaluran KPR. Selain itu, pihaknya juga mulai menggenjot bisnis gadai emas. Dua hal tersebut yang akan menjadi fokus bisnis BTN Syariah ke depan.
"Perumahan syariah pertumbuhan 5 tahun bisa jaga dengan baik. Apalagi dengan program 1 juta rumah. Artinya lahirnya BTN Syariah buat berikan pelayanan agar nasabah diberikan kebebasan. Mau konvensional atau syariah," imbuh Maryono.
(drk/ang)











































