ORI 012 Laris Manis, Tanda Orang RI Masih Punya Uang Lebih

ORI 012 Laris Manis, Tanda Orang RI Masih Punya Uang Lebih

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 19 Okt 2015 15:50 WIB
ORI 012 Laris Manis, Tanda Orang RI Masih Punya Uang Lebih
Foto: Maikel/detikFinance
Jakarta - Ekonomi global sedang melambat, imbasnya terasa sampai ke Indonesia. Meski demikian, bukan berarti orang Indonesia tidak memiliki punya dana lebih.

Terlihat pemesanan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) Seri 012 yang diterbitkan Ditjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) melewati target.

Target indikatif yang ditetapkan pemerintah adalah Rp 20 triliun. Kemudian masa penawaran dilakukan sekitar dua minggu dan total yang dipesan mencapai Rp 27,7 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun setelah pembersihan data, ditetapkan penjualan sebesar Rp 27,4 triliun dengan 49.521 investor yang tersebar di 34 provinsi.

"Masyarakat masih punya dana dan minat pembelian masyarakat atas ORI 012 masih cukup tinggi di tengah ketidakpastian kondisi pasar keuangan dan perlambatan ekonomi global," ungkap Loto Srianita Ginting, Direktur Surat Utang Negara, DJPPR, dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Senin (19/10/2015)

Di samping itu, ORI memang menjadi opsi penempatan dana yang menarik bagi para investor. Terutama dari sisi kupon atau bunga 9%/tahun.

"Mungkin yang kita lihat juga salah satunya juga pada keadaan ekonomi yang sedang slowdown untuk penyaluran kredit juga relatif terbatas, sehingga ada kecenderungan juga beberapa bank melakukan penyesuaian tingkat bunga atau deposito sementara. ORI relatif baik kalau dibandingkan tenornya berbeda dengan tingkat bunga deposito. Kelihatan masih relatif menarik," paparnya.

Kemudian dalam dua pekan lalu, ada penguatan nilai tukar rupiah yang cukup siginifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan berpengaruh terhadap yield (imbal hasil yang diperoleh dari investasi obligasi).

Menurut Loto, dengan proyeksi inflasi yang rendah dan mendorong arah ke penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), mampu memicu investor untuk menarik keuntungan.

"Bagi investor ada potensi untuk memperoleh capital gain di tengah peluang suku bunga," sebut Loto.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads