Nilai surat berharga yang sudah diterbitkan itu setara 95,24% dari total rencana penerbitan tahun ini. Dengan asumsi defisit anggaran untuk realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 sebesar 2,23%.
"Kalau kita memperhitungkan ORI 012 yang settlement pada Rabu besok adalah Rp 439,27 triliun atau sekitar 95,24%," ungkap Loto Srianita Ginting, Direktur Surat Utang Negara, DJPPR, dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Senin (19/10/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, adalah pegawai otoritas lembaga, Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga pekerja seni. Berikut rinciannya:
1. Pegawai swasta 25,24%
2. Wiraswasta 21,36%
3. Ibu rumah tangga 11.30%
4. Pegawai otoritas /lembaga/BUMN/BUMD 8,37%
5. PNS 7,85%
6. Profesional 5,12%
7. Pensiunan 2,46%
8. Pelajar/Mahasiswa 1,09%
9. TNI Polri 1,09%
10. Pekerja Seni 0,01%
11. Lainnya 16,08%
Jumlah pemesanan terbesar adalah pada rentang Rp 100-500 juta (36,7%). Kemudian kelompok umur pemesan dengan usia di atas 40 tahun mencapai 35.396 pemesan (71,48% dengan volume pemesanan Rp 21,6 triliun (78,9%).
(mkl/ang)











































