Gubernur BI Waspadai Pelemahan Ekonomi China

Gubernur BI Waspadai Pelemahan Ekonomi China

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2015 13:04 WIB
Gubernur BI Waspadai Pelemahan Ekonomi China
Foto: Gubernur BI Agus Martowardojo (Rengga Sancaya-detikFinance)
Jakarta - China mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6,9% sepanjang kuartal III-2015. Angka ini merupakan yang terendah, sejak krisis keuangan global terjadi di 2009 lalu.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo menilai, capaian 6,9% memang lebih baik dari yang diperkirakan para investor. Agus berharap ekonomi China terus membaik, dan berpengaruh terhadap ekonomi negara kawasan.

"Secara umum 6,9% itu lebih baik dari perkiraan pasar yang 6,8%, dan itu tentu satu hal yang tidak seperti yang diperkirakan. Jadi dampaknya diharapkan ke depan bisa terus tidak memburuk," jelas Agus, di sela-sela acara Trade Expo Indonesia ke 30 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada beberapa hal yang perlu diantisipasi terkait dengan perekonomian China yang akan berdampak terhadap Indonesia. Selain perlambatan, juga patut diwaspadai rencana China, yang menginginkan yuan jadi mata uang Internasional.

"Kami masih mengantisipasi ekonomi China yang besar dan rencana China yang menginternasionalisasi mata uang yuannya sebagai faktor yang perlu diwaspadai," ujarnya.

Dari perlambatan ekonomi China, Agus memproyeksikan, ekonomi Indonesia masih tumbuh seperti yang diperkirakan sebelumnya. Selama 2015 akan terealisasi pada rentang 4,7-5,1%.

"Sekarang ini antara 4,7-5,1%," kata Agus.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads