Perangi Korupsi, China akan Periksa Bank Sentral Hingga Bank-bank BUMN

Perangi Korupsi, China akan Periksa Bank Sentral Hingga Bank-bank BUMN

Suhendra - detikFinance
Minggu, 25 Okt 2015 15:02 WIB
Perangi Korupsi, China akan Periksa Bank Sentral Hingga Bank-bank BUMN
Foto: Reuters, Kantor Bank Sentral China, People's Bank of China (PBOC)
Beijing - Otoritas anti korupsi China sedang menyiapkan perluasan pemeriksaan atau inspeksi internal terhadap para entitas atau lembaga negara tahun ini. Bidikan utama adalah lembaga-lembaga keuangan antara lain bank sentral, regulator bidang sekuritas, dan bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang merupakan tahap inspeksi ketiga.

Demikian laporan yang dikutip dari Chinadaily, Minggu (25/10/2015)

Berdasarkan rencana pemberantasan korupsi sebelumnya, tim dari Communist Party of China's Central Commission for Discipline Inspection (CCDI) akan memeriksa semua perusahaan BUMN yang ada di bawah langsung pemerintah pusat. Pihak CCDI akan mengumumkan temuan dari hasil pemeriksaan tahap kedua pada pekan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan yang diumumkan setelah pertemuan CCDI Jumat lalu, bahwa pemeriksaan atau inspeksi tahap ketiga akan mencakup bank sentral People's Bank of China (PBOC), Komisi Perbankan China, Komisi Asuransi China, Komisi Sekuritas China, dan China Investment Corp.

Selain itu, ada juga akan ada pemeriksaan terhadap konglomerat perusahaan keuangan CITIC Group Corporation, bank-bank BUMN bidang industri dan komersial, juga dua perusahaan asuransi besar China yaitu China Life dan the People's Insurance Company of China.

Bahkan dua perusahaan bursa saham di China yaitu Shanghai Stock Exchange and Shenzhen Stock Exchange keduanya masuk dalam daftar inspeksi.

Sebelumnya pihak Komite Partai Komunis China atau Communist Party of China (CPC) telah mempublikasikan tentang revisi soal regulasi kedisiplinan di lembaga-lembaga negara pada Rabu pekan lalu. Hal ini untuk meningkatkan manajemen 88 juta para anggota CPC dalam mendorong gerakan anti korupsi di China.

Saat ini, banyak pejabat tinggi di China 'disikat' terkait tindakan korupsi, antara lain Ling Jihua yang merupakan mantan anggota Komite Pusat dari Partai Komunis China, dan mantan bos BUMN China Resources (Holdings) Co Ltd.

Genderang perang terhadap korupsi sudah dikomandangkan oleh Presiden China Xi Jinping saat mulai menjabat.

Seperti diketahui pertengahan November 2012, suksesi kepemimpinan di China telah dimulai. Partai Komunis China (PKC), partai berkuasa di China, telah mengumumkan kepemimpinan baru di tubuh Partai Komunis China untuk 10 tahun ke depan. Wapres Xi Jinping mengambil alih jabatan presiden dari Hu Jintao, yang kini menjabat ketua partai Komunis China.



(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads