Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang pendapatan bunga (interest income) pada triwulan III-2015 sebesar Rp 11,36 triliun atau tumbuh 15,73% dari posisi yang sama tahun 2014 sebesar Rp 9,82 triliun.
Net Interest Income bank berkode BBTN itu tercatat Rp 4,96 triliun pada triwulan III-2015 atau lebih tinggi dari posisi sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,98 triliun. Net Interest Income ini tumbuh 24,43%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan telah menyalurkan kredit sebesar Rp 131,58 triliun atau naik 19,04% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 110,54 triliun.
Di tengah pelemahan ekonomi nasional, kinerja BTN justru menunjukkan peningkatan. Kinerja perseroan rata-rata tumbuh di atas industri nasional.
"Kami optimistis akan mencapai target akhir tahun. Peluangnya masih terbuka lebar dan potensi untuk meningkat menjadi lebih baik, ada," ujar Maryono.
BTN membukukan aset sebesar Rp 155,04 triliun atau naik 16,58% dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 142,43 triliun.
Sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 19,04% dari Rp 110,54 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 131,58 triliun pada Oktober 2015.
Kredit dan pembiayaan yang diberikan perseroan tumbuh di atas rata-rata industri nasional per Agustus 2015 yang berada pada kisaran 10,96%.
"Kami punya target sampai dengan akhir tahun pertumbuhan kredit bisa 18-19%," sebut Maryono.
Di samping itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tumbuh 22,22% dari Rp 101,84 triliun pada 2014 menjadi Rp 124,47 triliun pada 2015.
"Ini juga di atas rata-rata industri. Kami melakukan banyak promosi bagaimana DPK perseroan terdongkrak naik," katanya.
(drk/ang)











































