Khusus aset tanah dan bangunan, BTN belum menghitung secara pasti. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, dengan melakukan revaluasi aset akan memberikan banyak keuntungan kepada perseroan, termasuk peningkatan modal.
"Revaluasi aset ini akan memberikan manfaat terhadap jumlah aset dan modal kita, kami sedang proses menghitung, karena kita banyak aset dalam bentuk tanah maupun building, kita akan lakukan penilaian kembali, yang jelas ini akan memberi peningkatan," jelas dia saat ditemui di Menara BTN, Jakarta, Senin (26/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sedang menghitung. Kita harus lakukan appraisal terhadap aset-aset kita, kita lihat dulu," katanya.
Di samping itu, Maryono menyebutkan, perseroan menargetkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 1,8 triliun di akhir tahun.
Laba bersih bank berkode BBTN itu triwulan III-2015 tercatat sebesar Rp 1,22 triliun, naik 61,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 755 miliar.
"Di dalam prognosa, laba kita kami perkirakan Rp 1,8 triliun sampai akhir tahun, kalau dihitung yoy naik 65-70%. Kedua, DPK prognosa Rp 129,5 triliun. NPL gross kita turunkan di bawah 4%," tandasnya.
(drk/ang)











































