Sementara laba underwriting mencapai Rp 69 miliar, atau tumbuh 24% dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Kita masih bisa tumbuh di tengah perubahan landscape pasar asuransi kesehatan kumpulan dan kondisi perekonomian yang sedang bergejolak. Kami juga telah mengupayakan beberapa penyesuaian produk untuk mengantisipasi kondisi ini," ujar Chief Financial Officer Armendra saat konferensi pers di Plaza Bapindo, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih fokus ke kumpulan. Belum akan ke ritel karena harus siapkan infrastruktur dulu," katanya.
Lebih jauh dia menjelaskan, Mandiri Inhealth telah melaksanakan mekanisme Coordination of Benefit (COB) dengan skim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
Dengan mekanisme ini, korporasi dapat mengurangi dampak double payment atas pertanggungan karyawan karena sebagian klaim dapat ditanggung dalam skim JKN.
"Kami menyelenggarakan skim manage care yang merupakan core business sejak awal pendirian," katanya.
Sejalan dengan bertransformasinya PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan, kepemilikan saham di PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia dialihkan ke PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 80%, PT Kimia Farma Tbk (Persero) sebesar 10%, dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) sebesar 10%.
"Target kita ingin tumbuh, kondisi pasar sedang mencari bentuk baru, masih bisa tumbuh akhir tahun ini," ujar dia.
(drk/ang)











































