Tumbuhnya kinerja bank berkode BBCA di tengah perlambatan ekonomi didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional yakni dari Rp 30,2 triliun menjadi Rp 34,4 triliun.
"Di tengah perubahan kondisi ekonomi, kami melaporkan bahwa BCA berhasil mempertahankan kinerja usaha yang positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2015," Kata Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja saat acara Analyst Meeting di Bali Room, Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontribusi tertinggi kredit tercatat pada sektor korporasi yang tumbuh senilai 12% ke angka Rp 126,1 triliun. Kemudian disusul kredit komersial dan UMK yang tumbuh 9,3% menjadi Rp 98,5 triliun.
Meski angka penyaluran kredit tumbuh di atas 10%, BCA berhasil mempertahankan angka Non Performing Loan (NPL) di angka 0,7%
Untuk sisi pendanaan, BCA mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7% menjadi Rp 462,3 triliun.
(feb/ang)











































