Gubernur BI Agus Martowardojo melihat kemungkinan tersebut sangat tipis. Meskipun perekonomian domestik menunjukan situasi yang terus membaik, namun masih ada pengaruh global yang ada ketidakpastian.
"Indonesia dalam RDG lalu menyampaikan bahwa kita bsa ada ruang untuk melakukan pelonggaran dengan adanya perkembangan ekonomi domestik. Tapi pelaksanaan pelonggaran itu harus pertimbangkan kondisi dunia, dan itu dapat memberikan ketidakpastian di pasar keuangan," ujarnya di sela-sela rapat kerja di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Jumat (30/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu Indonesia termasuk negara yang stabil secara sistem keuangan dibanding negara lain. Walaupun umumnya negara berkembang mengalami tekanan," jelasnya.
Agus menyebutkan negara seperti Brasil, Afrika Selatan, Turki dan Rusia mengalami kondisi yang lebih buruk. Bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar dari mata uangnya.
"Indonesia juga menunjukan perbaikan, jadi artinya di negara berkembang, banyak yang luar asia yang menunjukan kondisi yang lebih buruk dari negara berkembang di ASEAN. Jadi untuk Indonesia kita perbaikan ekonomi domestik cukup baik dan ada komitmen melakukan reformasi struktural," terang Agus.
(mkl/ang)











































