Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyebutkan, aset industri keuangan di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura.
"Aset industri keuangan kita masih kecil, kapasitasnya terbatas. Misalnya aset perbankan hanya 55% dari GDP, negara lain sudah di atas 100%. Malah mereka aset bank lebih tinggi dari GDP-nya, di Indonesia hanya separuh dari GDP," sebut dia dalam acara Sosialisasi Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aset asuransi Indonesia dibanding GDP juga sangat kecil, ini tantangan yang besar. Di pasar modal juga kita masih terkecil, dari kapitalisasi juga, minat dan pemahaman orang terhadap pasar modal juga masih rendah," terang dia.
Padahal, lanjut Muliaman, pasar modal merupakan salah satu sumber pembiayaan jangka panjang. Melalui pasar modal, pengusaha bisa mencari pinjaman yang lebih besar dibandingkan meminjam lewat perbankan.
"Sekarang pengusaha tidak usah cari kredit, keluarkan surat utang saja," katanya.
Oleh karena itu, semua pihak punya kewajiban mendorong industri keuangan lebih besar lagi.
"Tentunya semua ini menjadi tantangan bagi kita semua. Kita perlu integrasi, tapi integrasi yang menguntungkan kita. Ini bukan tugas yang mudah. Diperlukan modal yang makin besar," kata Muliaman.
(drk/ang)










































