Berharap Bertemu Susi, Nelayan ini Ingin Curhat dan Minta Bantuan

Berharap Bertemu Susi, Nelayan ini Ingin Curhat dan Minta Bantuan

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2015 14:00 WIB
Berharap Bertemu Susi, Nelayan ini Ingin Curhat dan Minta Bantuan
Malang - Nelayan di Pantai Sendangbiru, Malang, Jawa Timur menanti kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi dijadwalkan hadir terkait acara program Jangkau, Sinergi dan Guideline atau yang dikenal dengan nama Jaring.

Jaring merupakan program bersama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyalurkan kredit berbunga rendah untuk para nelayan.

Sireng (40 tahun) menyatakan, sejak Susi menjadi menjadi menteri, nelayan mengaku sangat terbantu. Khususnya dalam tangkapan ikan-ikan besar. Namun, Sireng masih berharap ada bantuan tambahan untuk nelayan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita butuh rumpon‎, itu kan buat rumah ikan. Jadi biar banyak ikan yang ngumpul," terangnya di sela-sela acara di Pantai Sendangbiru, Malang, Jumat (13/11/2015)

Rumpon adalah salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut dangkal dan dalam. Pemasangan tersebut bertujuan untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul disekitar rumpon, maka ikan mudah ditangkap. Sireng menyebutkan harganya mahal.

"Mahal harganya maka kita minta bantuan ke Bu Susi biar dibelikan," ujar Sireng.

Di samping itu, bantuan lain yang dibutuhkan seperti alat penangkap ikan, peti hingga perahu. Menurut Sireng, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi nelayan. "Itu butuh memang kita, kan ikannya sudah banyak, kalau perahunya nggak besar ya sedikit juga tangkapannya. Kan berharap," imbuhnya.

Namun Sireng mengeluhkan beberapa oknum yang sering menahan bantuan pemerintah. Bahkan harus ada sejumlah uang, untuk bantuan segera sampai ke nelayan. Oknum yang dimaksud adalah kelompok nelayan.

"Bu Susi kalau mau ngasih bantuan jangan ke kelompok nelayan. Dijadikan bisnis sama ketuanya. Waktu. Itu pernah ada bantuan peti, itu lama turunnya, harus pakai uang baru dikasih," kata Sireng.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Maimum (41 tahun). Menurut Maimun‎ memang lebih baik uangnya langsung diberikan kepada masing-masing nelayan. Tidak melalui organisasi atau kelompok nelayan.

"Langsung saja berikan ke nelayannya. Kan jumlahnya tidak banyak. Jangan lewat keompok nelayan lagi," imbuhnya.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads