Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa Mandiri cukup terlambat untuk masuk pada sektor perikanan dibandingkan dengan beberapa bank lainnya. Meski terlambat, Mandiri akan gencar memburu para pelaku di sektor perikanan untuk menjadi nasabah.
Sebab, transaksi di sektor perikanan cukup besar. Misalnya, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Sendangbiru yang merupakan penghasil ikan Tuna terbesar. Dalam sehari transaksi di lokasi pelelangan ikan itu bisa mencapai Rp 1 miliar.
Namun, transaksi itu masih bersifat tunai. Menurut Budi, sangat baik bila dana tersebut masuk melalui perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menambahkan, Mandiri memang cukup terlambat masuk di sektor perikanan, khususnya penangkapan ikan dan pembudidayaan. Pasalnya, selama ini fokus di sektor infrastruktur seperti pelabuhan dan transportasi.
Namun kini Mandiri mulai terlibat aktif menyediakaan pembiayaan untuk sektor perikanan. Salah satunya melalui program jaring (jangkau,sinergi,guideline) yang digulirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program tersebut meliputi skema pembiayaan, pemetaan risiko bisnis, dan dukungan regulasi.
"Melalui Program JARING kami ingin meningkatkan peran aktif dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat, terutama dalam memperbaiki tingkat kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah, menambah jumlah lapangan kerja serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Budi.
Mandiri sendiri hingga September 2015 telah menyalurkan kredit sekitar Rp1,7 triliun ke sektor perikanan kelautan. Penyaluran kredit itu merupakan bagian dari pembiayaan Bank Mandiri ke sektor Kemaritiman yang mencapai Rp16,8 Triliun.
(mkl/hns)











































