Hadir dalam pembukaan acars tersebut di ntaraya Deputi Bidang Fiskal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bobby Rafinus, dan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Assipindo) sekaligus Direktur Utama Perum Jamkrindo, Diding S. Anwar.
Para delegasi datang untuk berdiskusi tentang implementasi penjaminan kredit khususny kredit UMKM di masing-masing negara. Kondisi di Indonesia, besarnya alokasi dana KUR belum diikuti dengan kemudahan untuk mengaksesnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan bahwa lembaga penjaminan berperan besar menggerakkan UMKM sebagai sektor penggerak ekonomi RI Melalui akses kredit ush rakyat (KUR).
"Lembaga penjaminan di Indonesia akan belajar membuka akses layanan keuangan dari berbagai negara bagi UMKM yang akan menjadi satu kekuatan besar bagi UMKM. Pemerintah sudah punya mengalaman sejak 2007 memperkenalkan KUR yang juga melibatkan Jamkrindo. Harapan pemerintah, KUR tidak hanya mudah diakses dan juga sudah turun bunganya 12 persen," kata Muliaman.
Deputi Bidang Fiskal Kemenko Ekonomi Bobby Rafinus menambahkan, penyaluran kredit tidak lepas dari peran lembaga penjaminan.
"Di Indonesia, peran lembaga penjaminan kredit sangat penting. Salah satu BUMN penjaminan kredit berperan menyukseskan penyaluran kredit UMKM yang anggarannya mencapai Rp 30 triliun tahun ini," kata Bobby.
(ang/ang)











































