Salah satunya yaitu Bentum, Managing Director Exim Guaranty Ghana, seorang delegasi dari Ghana yang menyampaikan implementasi beberapa skema penjaminan kredit di negara-negara di benua Afrika.
"Peran lembaga penjamin di Afrika sangat besar bagi UKM di sana dengan 95% dari usaha penduduk Afrika merupakan skala UKM. UKM di Afrika Selatan 50% gagal kurang dari lima tahun," kata Zac dalam International Guarantee Seminar di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Senin (16/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, UKM tidak mempunyai profil kredit yang cukup bankable karena tidak memiliki riwayat kredit usaha yang cukup. Sektor UKM pun kini menjadi tumpuan Ghana pasca berakhirnya masa emas menjadi negara eksportir minyak.
"Ketika Ghana menjadi eksportir minyak mentah, orang lokal tidak begitu didukung. Padahal harusnya menjadi peluang penduduk asli. Saat ini, UKM menjadi penopang sumber pendapatan masyarakat asli Ghana," jelas Zac.
Kredit penjaminan, kata Zac, di Africa sangat diperlukan UKM. Di sisi lain, dengan tingginya angka kemiskinan dan besarnya jumlah UKM menjadi tantangan resiko tersendiri.
"UMKM sangat perlu lembaga kredit penjaminan di Africa karena tantangan yang dihadapi UKM untuk mengakses kredit cukup sulit, sementara di sisi lain pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut ditopang oleh sektor UKM. Tantangan kami, sebagai lembaga penjaminan yaitu untuk meningkatkan akses baik kelompok maupun individual. Tentu dengan resiko yang harus diantisipasi," tambahnya.
Zac menyampaikan beberapa studi kasus dan dampak penerapan jaminan kredit di Africa. Contohnya sebuah skema penjaminan kredit yang sudah dimulai sejak 2012. Skema ini diimplementasikan di Nigeria dan Libya. Tahun 2014 modalnya sudah mencapai US$ 171 miliar dengan tenor kredit bisa mencapai 55 bulan.
"Kemudian di Togo, ada kredit UMKM mencapai US$ 1,8 miliar. Di Nigeria, ada lembaga penjaminan kredit khusus sektor pertanian. menjangkau 900.000 petani dengan modal US$ 30 juta dollar. Lalu Exim Guaranty Ghana bisa menjamin sampai pendanaan ekspor UMKM dengan tenor 18-24 bulan dengan nilai portofolio sudah mencapai US$ 100 juta," terang Zac.
Sebagai lembaga penjaminan kredit di negara berkembang, Zac mengatakan, peran lembaga tersebut sangat penting bagi UKM. "Meski risiko dan tantangannya besar, manfaatnya tidak kalah besar bagi UMKM. Maka sebagai lembaga penjamin harus memiliki risk management yang baik," pungkasnya.
(ang/ang)











































