"CGTMSE baru berdiri pada tahun 2000. Perkembangan selama 15 tahun sangat luar biasa. Performance kita menunjukkan capaian sampai 2015 secara kumulatif penjaminan sudah mencapai US$ 13,92 miliar. Naik lebih dari 2010 sebesar US$ 1,78 miliar," kata Kshatrapati Shivaji, Chairman CGTMSE dalam The 28th Asian Credit Supplementation Institution Confederation (ACSIC) Conference di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Selasa (17/11/2015).
Kredit UMKM di India pun ada yang dikhususkan menyasar kaum ibu-ibu pelaku UMKM dengan porsi 20% dari total penjaminan kredit. Kebanyakan para ibu tersebut menjalankan UKM dengan produk kerajinan tangan. Pemerintah India juga memberi subsidi bagi pelaku UMKM wanita yang menghasilkan produk kerajinan tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sharing (berbagi) risiko kredit bagi UMKM bisa mencapai 85% dari fasilitas kredit yang diberikan untuk yang mengakses kredit di bawah US$ 7.500. Jika US$ 7.500-75.000 maka penjaminan kreditnya bisa 75%. Sedangkan khusus pelaku UMKM wanita, kami berikan penjaminan hingga 80% untuk kredit hingga US$ 75.000," jelasnya.
Hal ini, kata dia, membuktikan Micro and Small Medium Entreprises (MSME) atau UMKM memegang peranan penting bagi perekonomian India.
Selain India, dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Penjaminan (Assipindo) juga turut hadir delegasi dari Thailand, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Papua Nugini, Filipina, Sri Lanka, Mongolia, Ghana, dan Indonesia.
(ang/ang)











































