Bikin Persaingan Tak Sehat, Bajak-Membajak Agen Asuransi Harus Disetop

Bikin Persaingan Tak Sehat, Bajak-Membajak Agen Asuransi Harus Disetop

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2015 12:30 WIB
Bikin Persaingan Tak Sehat, Bajak-Membajak Agen Asuransi Harus Disetop
Foto: Idris/detikFinance
Jakarta - Praktik bajak-membajak agen asuransi antar perusahaan masih terus berlangsung. Hal ini dinilai sangat meresahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena membuat industri asuransi cenderung tak sehat.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengungkapkan, meski telah ada kode etik yang mengatur perpindahan agen asuransi, nyatanya praktik bajak-membajak antar penyedia asuransi masih marak sampai saat ini.

"Terus terang di satu sisi kita usaha keras perbanyak agen asuransi. Tapi di sisi lain masih saja hijack (bajak) agen asuransi masih berlangsung, banyak perusahaan asuransi komplain sudah didik agen 15 tahun, tapi diambil asuransi lain," ujar Firdaus di Insurance Outlook 2015 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (19/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Firdaus, aturan yang mewajibkan agen asuransi yang harus bekerja minimal 6 bulan sebelum berpindah ke asuransi lain pun tak efektif.

"Jadi agen yang pindah tak boleh jual sebelum 6 bulan, tapi itu kan bisa diakalin, dia tetap jualan tapi atas nama asuransi yang lain. Kalau saya mau tegas-tegas saja, yang masih berbuat lebih baik keluar dari industri ini," tegas Firdaus.

Praktik bajak-membajak agen asuransi, terutama agen asuransi jiwa ini membuat program 10 juta agen asuransi OJK jalan di tempat. Praktik membajak pun membuat asuransi tak sehat dengan praktik twistling.

Twistling merupakan praktek agen asuransi mengajak pindah nasabahnya ke produk asuransi yang baru tempatnya bernaung.

"Kalau seperti ini terus kapan 10 juta agen asuransi bisa sukses. Yah orang-orang barunya yah itu-itu saja, karena cuma bajak dari asuransi lain, bukan orang baru," pungkasnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads