Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), OJK Firdaus Djaelani mengungkapkan, BPJS Kesehatan jadi salah satu badan usaha asuransi terbesar, dengan perlindungan asuransi kesehatan yang mencakup jumlah penyakit terbanyak dari pembayaran premi asuransi yang murah.
"Defisit sekian triliun memang. Tapi saya pelajari BPJS Kesehatan itu asuransi ternyata the best in the world. Begitu banyak penyakit, bayangkan kayak orang cuci darah seminggu 2 kali hanya bayar Rp 35.000. Belum yang kanker, belum yang jantungan," kata Firdaus, di Insurance Outlook 2015 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (19/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firdaus melanjutkan, hal yang membuat BPJS Kesehatan selalu defisit, hal ini terjadi karena banyak masyarakat sendiri yang belum sadar akan iuran preminya.
"BPJS Kesehatan posisi September saja hampir Rp 2 triliun belum bayar. Orang-orang kita banyak yang nggak bayar BPJS. Kalau sehat dia malas bayar, giliran sakit baru rela dia dibayar lagi, ada denda 2% tak masalah asal bayar obat atau rumah sakit nggak bayar," ucapnya.
(dnl/dnl)











































