Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani meminta perusahaan penyedian asuransi kesehatan tidak perlu takut bersaing dengan BPJS Kesehatan. Sebab, kata Firdaus, masih banyak masyarakat yang tidak berminat menggunakan klaim meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
"Teman-teman asuransi kesal, karena cover BPJS wajib semua populasi, mengeluh bagaimana ini jualnya (asuransi). Jangan takut, kelemahan BPJS Kesehatan itu perawatan harus berjenjang," kata Firdaus di Insurance Outlook 2015 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (19/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang nggak boleh ke rumah sakit, harus ke puskesmas dulu. Harus ke klinik ini yang sudah ditentukan, baru bisa ke rumah sakit. Jangan takut, masih banyak orang yang nggak mau ikuti pengobatan yang berjenjang," kata Firdaus.
(hns/hns)











































